Selamat datang di panduan lengkap saya tentang raket pickleball! Setelah hampir tiga tahun mencoba berbagai jenis raket dari berbagai merek ternama dan lokal, akhirnya saya merangkum 9 raket pickleball favorit saya yang menurut saya paling layak untuk dipilih di tahun 2025. Artikel ini ditujukan untuk kamu yang sedang bingung memilih raket pickleball yang tepat—baik pemula maupun yang sudah pro. Jangan sampai kamu salah pilih raket hanya karena tren atau rekomendasi yang tidak sesuai kebutuhanmu!
Dengan semakin populernya olahraga pickleball, makin banyak pilihan raket beredar di pasaran dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Sebagai penggemar dan reviewer setia raket selama 3 tahun terakhir, saya sudah mencoba puluhan raket dari berbagai kategori: raket ringan, power paddle, kontrol paddle, hingga model hybrid. Nah, di bawah ini saya merekomendasikan hanya yang terbaik yang telah saya uji secara langsung di lapangan.
1. Selkirk Amped S2 – Raket Seimbang untuk Kontrol dan Power
Selkirk Amped S2 adalah salah satu raket pertama yang membuat saya jatuh cinta pada pickleball. Raket ini memiliki sweet spot yang besar berkat bentuknya yang lebar, menjadikannya cocok bagi pemula yang ingin stabilitas tanpa harus kehilangan power. Tidak hanya itu, teknologi X5 polypropylene core yang digunakan membuat getaran sangat berkurang, sangat cocok jika kamu termasuk pemain yang concern dengan risiko cedera siku (tennis elbow).
Dari sisi kontrol, Selkirk Amped S2 memberikan feel bola yang halus dan responsif. Saya memakai raket ini untuk 4 bulan pertama ketika masih improving teknik dinking dan third shot drop. Harganya memang cenderung di atas rata-rata, sekitar Rp2.000.000–Rp2.500.000, tapi kualitas dan daya tahannya benar-benar solid. Raket ini sangat saya rekomendasikan untuk pemain level intermediate yang ingin meningkatkan permainan soft shots.
2. JOOLA Ben Johns Hyperion CFS 16 – Raket Favorit Para Pro
Jika kamu mencari raket dengan performa tinggi ala pemain profesional, JOOLA Ben Johns Hyperion CFS 16 adalah pilihan mutlak. Raket ini tidak hanya dipakai oleh Ben Johns (pemain nomor 1 dunia), tapi juga banyak atlet nasional. Setelah saya pakai selama 5 bulan, performanya luar biasa konsisten baik untuk kontrol maupun spin. Permukaan karbon texturized memberikan putaran tinggi tanpa usaha berlebih.
Dengan price range di sekitar Rp3.000.000–Rp4.000.000, memang raket ini tergolong mahal. Namun, build quality-nya sangat premium, dan pegangan (grip) punya feel yang nyaman bahkan jika dipakai seharian turnamen. Cocok untuk kamu yang ingin invest jangka panjang dan bermain kompetitif.
3. ONIX Z5 Graphite – Raket Budget-Friendly dengan Performa Hebat
Saat saya pertama kali mencoba ONIX Z5 Graphite, saya tidak menyangka raket ini bisa memberi feel bola yang mirip raket di atas Rp2 juta. ONIX Z5 dibanderol sekitar Rp1.200.000 dan sangat populer di kalangan komunitas pickleball senior. Daya tarik utama raket ini adalah kombinasi antara bobot yang nyaman (sekitar 7,9 oz) dan responsifitas grafit yang cepat. Cocok untuk bermain agresif di net.
Menurut saya, ini adalah raket yang tepat bagi kamu yang baru mulai serius mendalami olahraga ini. Performanya solid untuk permainan campuran antara soft shots dan drive shot. Secara visual, desainnya mungkin agak klasik, namun kekuatan dan feel permainan yang ditawarkan sangat mengesankan untuk range harga tersebut.
4. Franklin Sports Signature Paddle – Performa Stabil untuk Semua Level
Saya pertama kali mencoba raket ini ketika bermain di turnamen komunitas. Raket ini sempat direkomendasikan pelatih dan ternyata memang stabil sekali, terutama untuk blok bola cepat dari lawan. Franklin Signature menggunakan kerangka fiberglass yang membuat bobotnya ringan dan tidak membebani tangan. Meski materialnya bukan karbon, saya merasa spin masih bisa diolah dengan baik melalui teknik slice.
Selain teknis, nilai jual raket ini (sekitar Rp1,600.000) juga ada pada dayanya yang cocok digunakan oleh berbagai gaya permainan. Baik kamu suka main dari baseline atau push net, performanya tetap konsisten. Ini adalah raket yang pas buat kamu yang ingin 1 raket untuk segala keperluan latihan atau fun match.
5. Head Radical Pro – Raket yang Cocok untuk Power Game
Bagi kamu yang suka menekan lawan dengan pukulan keras dan cepat, Head Radical Pro adalah partner ideal. Meski terasa agak berat (sekitar 8.1 oz), justru stabilitasnya luar biasa saat mengembalikan smash atau menempati posisi defense. Raket ini saya gunakan selama dua bulan saat masa-masa latihan footwork dan counter shot.
Menggunakan teknologi OTC honeycomb core, raket ini tidak hanya bertenaga tetapi juga cukup tahan lama. Saya menjatuhkan raket ini beberapa kali di beton tapi hanya lecet minor. Harga masih realistis di kisaran Rp1.800.000. Ini pilihan yang cocok sebagai starter power paddle yang tidak membuat dompet menangis.
6. Engage Encore EX 6.0 – Raket untuk Pengontrol Lapangan
Jika kamu termasuk pemain yang suka mengontrol arah permainan, Engage Encore EX 6.0 adalah senjata utama. Dengan ketebalan 16 mm dan permukaan proprietary fiber texture mereka, raket ini memberikan grip bola yang optimal. Setelah mencoba berbagai teknik seperti spin serve dan reset shot, saya merasa raket ini mendekati “alat sihir”—akurat dan responsif untuk setiap gerakan tangan.
Saya menggunakannya selama masa pelatihan dinking drills dan terasa banget perbedaan akurasi dibanding paddle biasa. Beratnya sedang (sekitar 7.8–8 oz), jadi tidak cepat melelahkan. Harga memang menyentuh Rp3 juta, tapi buat kamu yang membidik permainan kontrol tinggi, worth every penny!
7. Paddletek Tempest Wave II – Raket Ringan untuk Rally Panjang
Paddletek terkenal dengan kualitas paddle high-end dan Tempest Wave II adalah contoh sempurna untuk pemain kontrol dan rally panjang. Raket ini ringan (7.4–7.8 oz), membuatnya super nyaman untuk pergelangan tangan. Enaknya, saya bisa main 3 set pertandingan tanpa merasa fatigue berlebihan di otot lengan bawah.
Salah satu fitur favorit saya adalah Smart Response Technology mereka yang membuat paddle ini terasa responsif namun tetap kontrol. Buat kamu yang bermain dengan tenaga wanita atau lansia, ini raket terbaik menurut saya. Harga di kisaran Rp2.500.000–Rp2.800.000.
8. Gearbox CX14E Ultimate – Raket dengan Desain Inovatif
Gearbox mungkin belum terlalu familiar di Indonesia, tetapi di komunitas pickleball Amerika mereka sangat dihormati. CX14E Ultimate adalah paddle dengan teknologi edgeless dan solid span core yang unik. Saya sempat ragu saat pertama kali pegang, tapi setelah 1 minggu main, saya terkesima dengan kestabilan dan distribusi bobot raket ini.
Ini adalah raket paling tahan benturan yang pernah saya coba. Tidak ada frame-face seperti pada paddle tradisional sehingga feel bola sangat menyatu. Cocok untuk yang suka teknik cut atau top-spin. Harganya agak tinggi (Rp4 juta+), tapi secara teknis, ini raket masa depan pickleball!
9. Vulcan V550 Hybrid – Kombinasi Power, Spin, dan Kontrol
Terakhir, raket favorit saya adalah Vulcan V550 Hybrid. Paddle ini memadukan karbon di sisi atas dan core polymer high-density pada bagian tengah– efisien untuk kombinasi permainan power dan spin. Saya memakainya saat menghadiri camp Pickleball di Bali dan berhasil menghasilkan cukup banyak winner point berkat spin-nya yang menggila!
Bentuk persegi panjangnya memberi range jangkauan bagus saat defense atau overhead shot. Saya rasa ini jenis paddle yang cocok untuk pemain all-rounder yang mulai serius. Harganya di kisaran Rp2.200.000 sangat masuk akal untuk paddle dengan performa kompetisi.
Q&A: Pertanyaan Umum Seputar Pemilihan Raket Pickleball
1. Apakah raket mahal selalu lebih baik?
Tidak selalu. Beberapa raket dengan harga menengah telah saya uji dan ternyata kualitas serta performanya sebanding. Yang penting adalah cocok tidaknya raket dengan gaya bermainmu.
2. Raket mana yang cocok untuk pemula?
ONIX Z5 Graphite dan Franklin Signature adalah pilihan terbaik pemula karena mudah dikontrol dan bobotnya pas untuk belajar teknik dasar.
3. Bagaimana cara merawat raket pickleball?
Simpan di suhu ruangan, hindarkan dari sinar matahari langsung. Bersihkan permukaan paddle secara rutin dan gunakan cover pelindung saat tidak digunakan.
4. Berapa lama rata-rata umur pakai raket pickleball?
Tergantung frekuensi pemakaian. Raket kualitas premium bisa bertahan hingga 2–3 tahun, sedangkan raket entry-level biasanya 1–1,5 tahun.
5. Apakah ada perbedaan antara raket pria dan wanita?
Tidak. Semua raket sebenarnya unisex. Tapi wanita biasanya memilih bobot yang lebih ringan agar tidak cepat lelah.
Kesimpulan: Temukan Raket Pickleball Idamanmu Sekarang!
Setelah bertahun-tahun mencoba puluhan jenis raket pickleball dari berbagai merek, saya akhirnya menyadari bahwa tidak ada satu raket yang cocok untuk semua orang. Setiap pemain punya kebutuhan yang berbeda—ada yang mengutamakan kontrol, ada yang ingin fokus ke power, ada juga yang senang bermain dengan spin tinggi.
Dari kesembilan raket favorit yang saya ulas di atas, kamu bisa melihat bahwa masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Kalau kamu masih pemula, mulailah dari ONIX Z5 atau Franklin Signature. Jika kamu pemain level intermediate–advanced, pertimbangkan JOOLA Ben Johns atau Engage Encore untuk performa terbaik di lapangan.
Sekaranglah waktunya untuk mencoba dan menemukan raket yang paling sesuai dengan gaya bermainmu. Jangan takut bereksperimen—raket yang tepat bisa menjadi game-changer dalam perkembanganmu di olahraga pickleball.
Ayo mulai petualangan pickleball mu sekarang, dan siapa tahu… raket favoritmu berikutnya ada dalam daftar di atas! Kalau kamu sudah pernah mencoba salah satu dari daftar ini, tulis pengalamanmu di kolom komentar atau bagikan ke teman sepickleball-mu. Karena seperti yang sering dikatakan di komunitas kami: “Raket bisa diganti, tapi semangat bermain tidak pernah padam.”
Referensi:
PickleballCentral – Rekomendasi raket pickleball terupdate.
Selkirk Official – Spesifikasi teknis produk.
JOOLA Official – Teknologi CFS dan keunggulan paddle kompetisi.
Fiber My ID – Gambar dan media pendukung artikel.
